Tampilkan postingan dengan label LITERASI DIGITAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LITERASI DIGITAL. Tampilkan semua postingan
Di pertengahan tahun 2014 saja, lebih dari 75 persen orang dengan usia lebih dari 15 tahun membeli barang secara online. Meski toko online tumbuh lebih cepat dibanding sektor retail lain, bukan berarti toko yang berdiri secara fisik telah punah. Membeli secara online membuat konsumen memilik kontrol terhadap apa yang dibayar dan dari siapa barang diperoleh.
Konsumen biasanya akan membeli barang yang familiar dan bermerek dengan kualitas yang bisa diprediksi saat online. Sebaliknya, bila konsumen tidak familiar dengan barang yang dicari, mereka lebih memilih untuk membeli di toko offline. Kenapa demikian? Karena ada kemungkinan barang yang dibeli perlu dikembalikan dan kebutuhan untuk secara langsung melihat barang melebihi kebutuhan untuk membelinya secara online.
Berikut ini beberapa resiko yang Anda hadapi saat berbelanja online:

  • Penipuan akibat melakukan pembayaran pada halaman web yang tidak aman.
  • Penipuan akibat melakukan pembayaran menggunakan koneksi WiFi yang tidak aman.
  • Toko online palsu, website palsu, dan tawaran email untuk produk atau layanan yang tidak ada.
  • Membeli barang palsu secara sengaja atau tidak sengaja, menerima barang dengan kualitas buruk, atau kejahatan lain yang lebih serius.
  • Kehilangan uang ketika melakukan pembayaran bank langsung untuk barang yang tidak pernah dikirim.
  • Menerima barang atau layanan yang tidak sesuai dengan deskripsi pada iklan.
  • Mendapat penawaran produk dengan harga tertentu berdasarkan informasi yang dikumpulkan penjual tentang kebiasaan belanja online Anda dan website yang Anda kunjungi.
Keamanan Saat Berbelanja Online
Menggunakan internet untuk membeli barang atau layanan bisa menghemat waktu dan tenaga. Anda juga memiliki banyak pilihan. Meski begitu, berbelanja online tetap memiliki resiko dan Anda perlu mewaspadai apa yang Anda beli, dari siapa, dan bagaimana Anda membayar pembelian.
Semua yang terhubung dengan internet, termasuk alat mobile seperti telepon pintar dan tablet, perlu diamankan, terutama selama penggunaannya memuncak, misalnya saat liburan. Orang yang berbelanja bisa jadi target penipu dan penjahat online.

Siapa saja perlu waspada terhadap email yang meminta penerimanya melakukan tindakan cepat, mengklik tautan, dan membuka lampiran. Hati-hati dengan email tentang status pemesanan online.  Penjahat tahu kalau harga jadi hal yang paling dipertimbangkan dalam berbelanja online. Jadi Anda harus waspada ketika melihat penawaran barang dengan diskon di bawah normal.

Tips Berbelanja Online

Aman berbelanja online berarti mengambil langkah pencegahan dari penipuan. Berikut ini beberapa tips selama berbelanja online yang bisa Anda ikuti:
  • Lakukan riset. Ketika menggunakan website baru untuk melakukan pembelian, baca ulasannya dan lihat apakah konsumen lain memiliki pengalaman positif atau negatif terhadap situs tersebut. Pastikan toko online yang Anda pilih memiliki reputasi yang baik. Cari alamat fisik toko dan kontak telepon yang bisa dihubungi. Cara terbaik menemukan penjual terpercaya adalah melalui rekomendasi dari sumber terpercaya.
  • Ketika ragu, tinggalkan. Tautan pada email atau postingan sering menjadi cara penipu mencuri informasi Anda atau menginfeksi perangkat Anda.
  • Informasi personal sama seperti uang, berharga dan harus dilindungi. Ketika melakukan pembelian online, waspadai jenis informasi yang perlu Anda berikan untuk melengkapi transaksi. Pastikan Anda merasa penjual memang perlu meminta data tersebut. Ingat, Anda hanya perlu mengisi beberapa bagian yang diminta saat checkout.
  • Gunakan pilihan pembayaran yang aman. Kartu kredit umumnya jadi pilihan paling aman karena pembeli perlu mencari kredit dari penerbit kartu (bank) bila produk tidak terkirim atau bukan barang yang dipesan.
  • Baca kebijakan pengembalian dan lainnya agar Anda tahu pasti apa yang akan terjadi bila pembelian tidak sebagaimana yang direncanakan.
  • Batasi jenis bisnis yang Anda lakukan dalam koneksi WiFi publik, termasuk login ke akun penting, seperti email. Sesuaikan pengaturan keamanan pada perangkat Anda untuk membatasi siapa yang bisa mengakses telepon Anda.
  • Periksa kembali semua rincian pembelian sebelum mengkonfirmasi pembayaran.
  • Jangan menjawab email dari perusahaan yang tidak Anda kenal.
  • Beberapa website akan mengarahkan Anda ke layanan pembayaran dari pihak ketiga. Pastikan situs ini aman sebelum Anda melakukan pembayaran.
  • Ketika melakukan pebayaran ke individu, jangan transfer uang langsung ke rekening bank mereka, tapi lakukan pembayaran misalnya melalui PayPal.
  • Selalu logout dari situs yang Anda kunjungi atau setelah memberian detail untuk registrasi. Hanya menutup browser tidak cukup untuk memastikan privasi.
  • Periksa kartu kredit dan rekening koran dengan seksama setelah berbelanja untuk memastikan jumlah yang tepat telah terdebit, dan tidak ada penipuan yang terjadi akibat transaksi.
  • Bila memungkinkan, pastikan harga yang terdaftar di toko tidak jauh beda pada toko lain, untuk memastikan Anda tidak membayar lebih mahal.

Tips Keamanan Paling Mendasar Saat Berbelanja Online

  • Pastikan semua perangkat yang terhubung dengan web, termasuk PC, telepon pintar, dan tablet, bebas dari malware dan infeksi dengan hanya menggunakan software dan aplikasi versi terbaru.
  • Kunci login Anda. Lindungi akun online Anda dengan mengaktifkan tool autentikasi paling kuat. Username dan kata sandi Anda tidak cukup untuk melindungi akun penting seperti email atau media sosial.
  • Buat kata sandi berupa kalimat. Kata sandi yang kuat adalah kalimat yang setidaknya terdiri dari 12 karakter. Fokus pada kalimat atau frase positif yang Anda sukai dan mudah diingat. Pada beberapa situs, Anda bahkan bisa menggunakan tanda baca spasi.
  • Akun unik, kata sandi unik. Memiliki kata sandi berbeda untuk tiap akun membantu mencegah kejahatan cyber. Setidaknya, pisahkan akun pekerjaan dan akun personal, dan pastikan akun penting Anda memiliki kata sandi yang kuat.

Keamanan Perangkat Mobile Agar Aman Berbelanja Online

Berikut ini beberapa tips keamanan perangkat mobile untuk belanja aman dari handphone atau tablet Anda:
Jangan gunakan kartu debit, selalu gunakan kartu kredit atau layanan pembayaran online
Membeli barang dengan kartu debit mungkin lebih dipilih daripada kartu kredit karena Anda tidak perlu cemas tentang biaya tambahan. Tapi kartu kredit memiliki perlindungan lebih baik. Pilihan lainnya bisa berupa layanan pembayaran online seperti PayPal, yang menggunakan teknologi maju untuk menyimpan dan mengirim informasi bank Anda.
Simpan jendela konfirmasi pembayaran Anda
Jangan semata mengandalkan penjual mengirimkan email resi, atau website menyimpan transaksi Anda di riwayat pembelian. Kekeliruan bisa terjadi, terutama pada saat banyak terjadi transaksi di website tersebut.
Bila tidak ada pilihan untuk menyimpan informasi pembayaran, gunakan screenshot dan kirim ke email Anda sendiri.
Jangan buka email retail dari perangkat mobile
Inbox Anda bisa penuh dengan email promosi. Tapi jangan membuka pesan-pesan ini, karena bisa saja penipuan phishing. Penipu hanya ingin mencuri data pribadi Anda melalui email yang didesain dengan sangat baik.
Tunggu hingga Anda tiba di rumah atau berada di depan laptop atau PC untuk membuka email tersebut. Cari keanehan seperti kesalahan ejaan atau tata bahasa dan desain kerja yang janggal.
Ingat, ketika Anda membuka email ini, jangan pernah mengklik apapun. Tapi salin dan tempel tiap tautan email pada jendela browser baru. Ini jadi cara aman untuk menguji keabsahan URL.
Atau Anda bisa coba trik lain. Diamkan cursor Anda di atas tiap tautan pada email tersebut. URL akan muncul, bila tidak sesuai dengan tautan yang terketik, maka kemungkinan email itu adalah bentuk phishing dan hindari mengkliknya.
Gunakan proteksi antivirus mobile
Dengan meningkatnya malware pada perangkat mobile, penggunaan proteksi antivirus jadi sebuah keharusan. Sebelum mulai berbelanja, lengkapi telepon pintar dan tablet Anda dengan software keamanan mobile. Cari aplikasi yang bisa scan virus, memblokir website, memberi proteksi, dan menawarkan update otomatis. 
Jangan lupa update aplikasi browser Anda
Selalu gunakan versi terbaru dari browser mobile utama seperti Chrome, Firefox, atau Opera.
Dengan menggunakan update browser terbaru, Anda mendapat fitur keamanan yang melindungi Anda dari malware.
Unduh aplikasi belanja dari pengembang terpercaya
Tentu berbelanja online aman yang jadi tujuannya, tapi prosesnya harus nyaman dan juga hemat waktu. Untungnya, banyak merchant ternama telah menciptakan aplikasi yang memungkinkan konsumen membandingkan harga, membaca ulasan, dan memilih penawaran terbaik dengan hanya beberapa kali slide.
  • Unduh aplikasi dari marketplace besar seperti Tokopedia, Blibli, Bukalapak, Lazada, dan sebagainya.
  • Baca ulasan, rating, dan informasi dari pengembang untuk mengkonfirmasi autentikasi aplikasi.
  • Scan aplikasi yang baru diunduh dan diinstal untuk melindungi dari virus.
Hindari Wi-Fi publik
Cari indikator keamanan, seperti ketika menggunakan laptop atau PC, temukan tanda secure sockets layer (SSL) atau transport layer security (TLS) pada situs mobile yang Anda kunjungi.
Indikator SSL dan TSL bisa terlihat seperti gembok kecil atau “http” pada jendela URL. Ini memberitahu Anda kalau situs akan melindungi transmisi data pribadi Anda.
Karena layar handset berukuran kecil, penanda ini tidak selalu ditemukan. Jadi sebaiknya hanya kunjungi toko online yang sudah Anda percaya, dengan mengetik URL-nya pada address bar. Baca juga artikel kami lainnya tentang menghindari penipuan online.
Metode Pembayaran Yang Aman Saat Berbelanja Online
Anda selalu mengambil resiko ketika berbelanja online. Ada kemungkinan penipu mengambil informasi pembayaran dan melakukan pembelian atas nama Anda. Resiko ini tidak hanya ada pada saat berbelanja online, bisa juga terjadi pada toko fisik.
Anda bisa mengantisipasi ancaman kejahatan ini dengan mengandalkan teknologi. Informasi Anda biasanya diubah ke format yang sulit dibaca. Tapi bahkan ketika Anda sudah melakukan semuanya dengan benar, website yang besar sekalipun memiliki resiko kebocoran data.
Perangkat Anda harus aman dan update, tapi bagaimana dengan metode pembayaran yang Anda gunakan ketika berbelanja online?
Anda biasanya memiliki beberapa pilihan untuk membayar: menggunakan kartu kredit, kartu debit, layanan pembayaran seperti PayPal, atau pilihan lain. Bergantung kepentingan Anda, pilihan yang satu mungkin lebih baik dari yang lain. Mari kita lihat satu per satu metode pembayaran saat berbelanja online.
Kartu kredit
Kartu kredit sering jadi pilihan pembayaran saat berbelanja online. Perlindungan dari penipuan dengan kertu kredit cukup tinggi, dan mendapatkan uang Anda kembali caranya cukup sederhana. Cukup laporkan aktivitas mencurigakan ke pihak yang mengeluarkan kartu atau beritahu mereka kalau Anda tidak pernah menerima apa yang Anda bayar.

Tak ada uang yang keluar dari rekening bank Anda, uang dari pihak bank yang digunakan. Tapi kartu kredit juga punya sisi negatif. Orang mengira kartu kredit sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan keseharian. Mungkin Anda menggunakannya secara teratur untuk membayar pengeluaran pribadi dan bisnis. Atau Anda membayar biaya tertentu secara otomatis dan berulang kali dengan kartu kredit.
Bila nomor kartu dicuri, Anda akan mendapat kartu dan nomor kartu baru. Anda perlu mengupdate informasi tagihan di banyak tempat, dan sementara waktu Anda tidak bisa menggunakan kartu kredit ketika menunggu penggantian.
Tips untuk Anda, gunakan kartu kredit hanya ketika Anda yakin dengan keamanannya dan ketika ada perlindungan pelanggan yang kuat. Anda bisa gunakan kartu kredit yang hanya Anda pakai untuk berbelanja online atau pada situs yang Anda tidak familiar.
Layanan pembayaran
Layanan pembayaran dari pihak ketiga juga jadi pilihan bagus untuk berbelanja online. PayPal jadi metode pembayaran paling populer. Layanan ini memberikan lapisan keamanan tambahan, selain memberikan nomor kartu kredit atau informasi rekening bank ke tiap website tempat Anda berbelanja.
Bila Anda berbelanja pada banyak situs atau situs yang Anda tidak familiar, Anda bisa mengurangi resiko hacker menemukan informasi tentang Anda. Layanan ini juga memberi perlindungan untuk pembeli ketika barang yang dipesan tidak sampai ke tujuan atau terjadi penipuan.
Kekurangan dari metode pembayaran ini, ketika terjadi hal yang tidak dinginkan, misalnya Anda bermasalah dengan pembeli, akun ini bisa dibekukan sementara waktu untuk investigasi perusahaan. Bila Anda mangkir dari pembayaran, akun bisa ditutup dan Anda didenda. Meski begitu, Anda tidak banyak bergantung pada akun PayPal, ada banyak tempat belanja online dengan metode pembayaran lain. Tapi kadang PayPal memang jadi cara paling mudah.
Kartu debit
Kartu debit jadi kartu pembayaran yang menarik dana langsung dari rekening bank Anda. Anda tidak perlu mengajukan aplikasi, persetujuan, membayar biaya tahunan, atau menerima resiko hutang seperti pada kartu kredit.
Kerugiannya, kartu debit langsung terhubung dengan rekening bank Anda. Bila nomor kartu digunakan tanpa izin Anda atau terjadi kesalahan, uang akan keluar dari rekening Anda, dan Anda tidak bisa membayar tagihan atau pengeluaran dengan kartu yang kosong. Memang ada perlindungan dari penipuan, tapi butuh sekitar 10 hari agar bank bisa mengembalikan uang ke rekening Anda.
Sebisa mungkin hindari penggunaan kartu debit saat berbelanja online. Bila Anda tidak bisa menggunakan kartu kredit atau layanan pembayaran, kartu prabayar bisa membantu mengisolasi rekening Anda dari masalah.
Anda sah-sah saja membeli barang secara online bila mencari tawaran paling baik. Meski biaya pengiriman sudah disertakan, kebanyakan harga di toko online lebih rendah. Meski toko online tidak semuanya berkompetisi dalam harga, ada yang lebih mengutamakan layanan pelanggan.
Tapi, bila Anda merasa lebih aman berbelanja ke toko offline ketimbang online, kenapa tidak langsung mendatangi toko pilihan Anda? Sebelum membeli, pastikan Anda membaca banyak informasi serta melakukan riset kecil tentang perusahaan tempat Anda akan membeli produk dan transaksi Anda akan berjalan lancar.

sumber: https://www.dewaweb.com/blog/cara-aman-berbelanja-online/

Peredaran hoax atau kabar bohong di media sosial bisa semakin parah jika dibiarkan. Netizen harus ekstra hati-hati dalam mengkonsumsi informasi dan menyebarkannya kembali.

Seperti diketahui, oknum penyebar hoax membagi informasi dari situs yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Silakan baca buku di bawah ini, yang akan membimbing kita jika kita akan berbagi/sharing sesuatu di internet.

Gerakan Bijak Bersosmed memberikan panduan praktis dalam menggunakan media sosial. Gerakan ini mengajak warganet untuk menggali lebih banyak manfaat dari media sosial lewat praktik-praktik media sosial yang positif dan produktif lewat prinsip THINK (True, Helpful, Illegal, Necessary, Kind). Mulai dari etika bersosmed, tantangan di media sosial, dan ajakan untuk mengenal UU ITE yang dikemas dalam bahasa yang mudah dipahami awam.



Sumber: http://literasidigital.id/books/bijakbersosmed-tips-dan-informasi-gerakan-bijak-bersosmed/


Dalam buku ini berisi seperangkat navigasi yang digunakan oleh pengguna internet untuk dapat mengambil sebesar-besarnya manfaat dan menekan sekuat-kuatnya dampak buruk yang ada di dalamnya. Dengan mengacu pada norma dan etika yang penuh tanggung jawab, melibatkan pemahaman tentang resiko perilaku online yang berbahaya sehingga sadar untuk bisa melindungi diri sendiri dan orang lain secara aman, disertai adanya upaya penggunaan dan pemanfaatan internet untuk perbaikan, kontribusi positif kepada masyarakat luas dalam rangka meningkatkan kualitas hidup bersama.




Sumber: http://literasidigital.id/books/rumus-keren-internetbaik/


Dalam waktu singkat, perkembangan dan inovasi di semua dimensi kehidupan melaju pesat sebagai dampak nyata dari keberadaan internet di era digital. Meskipun begitu, revolusi yang begitu cepat ini juga turut membawa masalah-masalah yang ikut berevolusi juga. Dikupas secara mendalam dan bersandar pada kaidah-kaidah penulisan ilmiah, buku ini menggabungkan beberapa hasil penelitian tentang isu-isu yang muncul di era digital kontemporer. Dari peran media sosial dalam gerakan sosial agraria, fenomena mikroselebritas di Instagram, e-commerce, hingga geliat gerakan terorisme di dunia maya.



Panduan berinternet yang lengkap dan praktis untuk seisi keluarga dan pendidik dengan bahasa yang mudah dipahami awam. Dari menjaga keamanan gawai dari serangan malware, cara melindungi privasi online, pedoman bermedia sosial untuk anak, isu cyberbullying, hingga langkah berbisnis online untuk wanita yang ingin mencari penghasilan tambahan lewat internet.


Internet saat ini sudah menjadi kebutuhan pengguna, terlebih kaum milenial. Beberapa negara menyadari pentingnya internet untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan pariwisata. Tak heran beberapa negara rela berinvestasi besar-besaran dan menggratiskan akses WiFi publik demi membuat betah pelancong dan wisatawan di negara tersebut.
Berikut deretan negara dengan akses WiFi gratis dan kencang, dikutip dari Traveltriangle, Selasa 21 Agustus 2018:
1. Lithuania

Menurut laporan Rotten Wifi, negeri ini memuncaki daftar negara dengan layanan WiFi gratis dan ngebut di dunia. Menurut Rotten Wifi, akses WiFi di Lithuania masuk dalam kategori sangat memuaskan. 
Tak heran, fasilitas WiFi gratis nan ngebut ini mengundang perhatian turis untuk datang ke negeri ini. 
2. Kroasia

Di peringkat kedua, ada Kroasia. Negara ini mengembangkan banyak layanan dan titik WiFi gratis ke penduduk lokal dan tentunya tamu turis. Menurut survei dari Rotten Wifi, kecepatan akses WiFi di Kroasia tergolong impresif. 
Untuk rata-rata kecepatan unduhan WiFi yaitu 14,05 Mbps dan rata-rata kecepatan unggahan yakni 11,21 Mbps. Kecepatan itu memanjakan pengguna internet tentunya.

3. Estonia
Peringkat Estonia digeser oleh Kroasia. Sebelumnya Estonia menduduki peringkat kedua negara dengan akses WiFi tercepat dan gratis. Untuk rata-rata kecepatan unduhan WiFi di Estonia yaitu 13,75 Mbps dan rata-rata kecepatan unggahan yakni 12,04 Mbps.
Sedangkan rata-rata kecepatan internet Estonia yakni 12,5 Mbps dan membuat negara ini menjadi negara ketiga terbaik yang menawarkan WiFi gratis kepda penduduk lokal dan pelancong.
4. Irlandia

Di peringkat keempat, ada Irlandia dengan rata-rata kecepatan unduhan WiFi di 11,43 Mbps dan rata-rata kecepatan unggahan yakni 5,2 Mbps.
Irlandia menyediakan layanan WiFi gratis yang kualitatif, kecepatannya nyaris dua kali dari Amerika Serikat.
5. Rumania

Seperti negara Eropa lainnya, Rumania menyediakan akses WiFi gratis dan kencang supaya memanjakan para pelancong yang berkunjung ke negeri ini. 
Layanan WiFi gratis nan kencang di Rumania tersedia di banyak tempat seperti kafe, restoran, parkir, hotel, pusat perbelanjaan. Bukan cuma gratis loh tapi ngebut.
Untuk rata-rata kecepatan unduhan WiFi di Rumania yaitu 11,32 Mbps dan rata-rata kecepatan unggahan yakni 7,31 Mbps. 
sumber: https://www.viva.co.id/digital/teknopedia/1066822-5-negara-yang-gratiskan-wifi-kencang-untuk-penduduk 
Selasa, 21 Agustus 2018 | 08:23 WIB
Overheat atau panas berlebih memang menjadi masalah yang sering dialami oleh ponsel, apalagi di momen mudik seperti sekarang. Ada beberapa faktor penyebab overheat seperti penggunan ponsel seharian, baterai berkualitas buruk, menggunakan casing pelindung yang terlalu tebal, dan hal lainnya. Meskipun ini menjadi hal yang wajar, jika overheat terus dibiarkan, maka akan merusak ponsel bahkan memicu ledakan. 

Pada dasarnya, produsen ponsel sudah mengantisipasi agar tidak terjadi ledakan (karena overheat) pada produk besutan mereka. Beragam cara dilakukan produsen ponsel untuk mencegah hal buruk tersebut seperti meningkatkan kualitas dari ponsel itu sendiri dan menghadirkan sistem pendingin. Namun, ada beberapa cara sendiri untuk mengantisipasi panas berlebih yang dapat memicu ledakan pada ponsel.

Berikut detikINET rangkum beberapa tips yang dapat membantu mencegah overheat pada ponsel Anda.


1. Instal Aplikasi Seperlunya

Penggunaan banyak aplikasi ini bisa membuat ponsel cepat panas. Walaupun saat ini banyak ponsel didukung dengan komponen hardware penunjang multitasking, seperti RAM yang tinggi, tetap saja pembiaran ini akan berakibat fatal pada ponsel. Bila hal ini terus dilakukan, tentu potensi ponsel overheat akan sangat besar. Selain cepat panas, penggunaan aplikasi yang terlalu banyak menyebabkan ponsel sering hang.


2. Gunakan Baterai Original

Saat ini, penggunaan baterai tanam sudah menjadi tren produksi ponsel. Namun saat baterai sudah mulai berada pada kondisi drop, kita dapat menggantinya dengan yang baru. Saat baterai ponsel rusak, sebaiknya ganti dengan baterai original yang memiliki kualitas lebih baik dan sudah terjamin ketahanannya, walaupun harganya cukup mahal. Biasanya baterai dengan harga murah berkualitas buruk tidak bertahan lama, sering panas dan cepat rusak. 



3. Charge Ponsel Secukupnya

Jika baterai ponsel Anda sudah terisi penuh, sebaiknya segera hentikan proses charging. Kebiasaan membiarkan baterai terhubung dengan charger secara terus menerus ternyata tidak aman. Hal ini juga dapat menyebabkan baterai ponsel cepat panas atau overheat.

Ponsel Cepat Panas? Ini Cara MengatasinyaFoto: Internet

Meskipun beberapa charger dapat memutus arus listrik jika daya sudah terisi 100 persen, namun membiarkan baterai selalu berada dalam kondisi 100 persen terus terisi juga tidak baik. Mengisi baterai sebentar saja hingga terisi penuh secara berkali-kali justru lebih baik, daripada baterai dibiarkan hingga kondisi nol persen lalu diisi daya.

Selain itu jangan terlalu sering menggunakan ponsel yang sedang di charge. Hal ini dapat memicu overheat lebih cepat karena pemrosesan aplikasi dan hardware ditambah temperatur yang dihasilkan ketika mengisi daya baterai.


4. Lepas Cover Pelindung

Sebaiknya jangan menutupi ponsel dengan cover pelindung yang terlalu tebal. Penggunaan cover yang tebal memang cukup bagus untuk melindungi ponsel dari goresan. Namun, cover yang tebal tersebut dapat menutup udara masuk sehingga ponsel menjadi cepat panas.


5. Biarkan Lubang Charger terbuka

Beberapa ponsel sudah menggunakan sertifikasi tahan air, dan memiliki penutup lubang charger. Sebaiknya port charger pada ponsel tidak dalam keadaan tertutup. Hal ini dilakukan agar ponsel tidak mengalami panas yang berlebih atau overheating karena kurangnya udara masuk ke dalam ponsel.


6. Simpan Ponsel di tempat yang memiliki ventilasi udara baik

Simpanlah ponsel di tempat-tempat yang memiliki ventilasi udara yang baik atau berada di suhu ruangan ber-AC. Hal tersebut cukup berpengaruh terhadap kualitas ponsel itu sendiri. Usahakan juga jangan menyimpan ponsel di bawah bantal karena ini juga akan berpengaruh meningkatkan panas, bahkan terkena resiko rusak karena tertindih badan saat tidur.

Ponsel Cepat Panas? Ini Cara MengatasinyaFoto: detikINET/Irna Prihandini

7. Jangan Terlalu Sering Menonton YouTube

Menonton YouTube saat menghadapi kemacetan arus mudik memang menyenangkan. Namun perlu diketahui, terlalu lama streaming YouTube dapat mempercepat naiknya temperatur ponsel. Hal ini disebabkan karena proses streaming video membutuhkan data yang besar serta penggunaan RAM yang tinggi.


8. Matikan Ponsel

Ini merupakan senjata pamungkas bagi ponsel yang mengalami overheat. Mematikan ponsel jelas akan menghentikan seluruh proses yang terjadi saat ponsel menyala. Hal tersebut akan dengan cepat menurunkan temperatur ponsel. Terlebih, mematikan ponsel dapat 'mengembalikan' kecepatan proses aplikasi seperti semula

sumber: https://inet.detik.com/tips-dan-trik/d-4073222/ponsel-cepat-panas-ini-cara-mengatasinya
6 September 2018 12:15
Kebanyakan ponsel di pasaran saat ini sudah dilapisi kaca anti gores. Namun, kaca anti gores tersebut belum mampu melindungi layar ponsel dari kotoran dan bekas sidik jari penggunanya yang menempel. 

Selain itu, kotoran yang menempel pada ponsel seringkali mengganggu penglihatan kita. Untuk membersihkan kotoran ataupun bekas sidik jari pada ponsel, kita harus berhati-hati karena layar tersebut sangat sensitif. 

Dilansir detikINET dari Digital Trends, Jumat (22/6/2018) berikut deretan trik jitu dalam membersihkan layar ponsel yang dapat kita aplikasikan ke ponsel kesayangan kita.

1. Matikan Ponsel

Pastikan ponsel kita dalam keadaan mati, agar ketika dibersihkan, perangkat tidak memberikan respon terhadap sentuhan ataupun gesekan. Hal ini juga dapat menghindari terjadinya korsleting pada saat layar dibersihkan.

2. Gunakan Cairan Pembersih

Membersihkan layar ponsel dalam kondisi kering memang sulit. Oleh karena itu, sebaiknya kita gunakan cairan pembersih kaca. Namun, kita harus pastikan cairan pembersih tersebut aman bagi ponsel. 

Sebaiknya, jangan teteskan cairan pembersih tersebut langsung pada layar ponsel tersebut. Teteskan cairan tersebut secukupnya pada kain untuk membersihkan ponsel. Perlu diingat, jangan berlebihan menggunakan cairan tersebut karena tidak semua layar ponsel bisa menerima cairan tersebut.

3. Pilih Kain Berserat Halus

Gunakan bahan yang halus dan lembut sehingga tidak menimbulkan goresan pada layar ponsel ketika dibersihkan. Sebaiknya, gunakan kain berjenis microfiber saat membersihkan layar ponsel. 

Kain berjenis microfiber tersebut mempunyai serat yang halus jadi sangat aman untuk layar sentuh. Kita juga membersihkan layar ponsel dengan kapas, tisu, kain dan bahan lainnya yang halus dan bersih.

4. Gosok Secara Melingkar dan Perlahan

Setelah diberi cairan pembersih, bersihkan ponsel kita secara perlahan menggunakan kain berbahan halus. Bersihkan layar ponsel kita secara melingkar agar kotoran yang menempel lekas hilang. 

Kebanyakan pengguna ponsel membersihkan layar ponsel dengan cara mengusapnya secara horisontal dan verikal. Cara ini justru membuat kotoran pada layar ponsel semakin melebar.

5. Untuk Hasil Maksimal Bersihkan Bagian Dalam Layar Ponsel

Membersihkan bagian luar layar ponsel terkadang tidak memberikan kepuasan bagi sebagian pengguna. Kita dapat membuka bagian bodi ponsel dan membersihkan baik layar LCD sentuh maupun kaca pada bagian casing ponsel. Namun, perlu diperhatikan bahwa cara ini hanya boleh dilakukan jika kita benar-benar memiliki pengalaman bongkar pasang bodi ponsel. 

sumber: https://inet.detik.com/tips-dan-trik/d-4078196/layar-ponsel-kotor-bersihkan-dengan-cara-ini
6 September 2018 12:11

Memang tidak dapat dihindari jika suatu saat nanti baterai ponsel akan rusak lantaran usia pemakaian. Akan tetapi pengguna akan merasakan baterai ponsel lebih cepat rusak atau bocor bilamana tidak merawatnya dengan benar. 

Karena itu disarankan untuk pengguna ponsel merawat baterai ponsel, salah satunya dengan melakukan proses mengisi ulang dengan benar. Dilansir dari laman Popular Mechanics, Jumat (6/7/2018), adapun cara mengisi daya baterai yang disarankan sebagai berikut:

1. Tidak sembari memainkan ponsel

Tidak masalah jika Anda tertidur semalaman dan meninggalkan baterai terus terisi. Sebab, baterai ponsel dan pengisi daya saat ini sudah cukup pintar untuk mengatur daya yang masuk ke dalam perangkat agar tidak berlebihan. Selain itu, mengisi baterai ponsel semalaman lebih baik dibandingkan mengisi daya sambil memainkan ponsel.

2. Isi daya baterai kapanpun ada kesempatan

Tidak praktis memang bagi sebagian pengguna untuk mengisi daya baterai kapapun mereka bisa. Namun menurut Battery University, tidak menjadi masalah jika pengguna mencolok dan mencabut beberapa kali sehari saat ponsel mengisi daya.


3. Upayakan agar baterai ponsel tetap dingin

Yang menjadi berbahaya bukan lah seberapa lama pengguna mengisi daya baterai, namun panas yang dirasakan oleh baterai ponsel. Baterai ponsel, khususnya smartphone sangat sensitif terhadap panas, bahkan pihak Apple menyarankan para penggunanya untuk melepaskan casing ponsel yang dapat mengisolasi panas saat mengisi daya baterai. Selain itu, pengguna sebaiknya melindungi ponsel saat berada di bawah panas sinar matahari, hal ini akan memelihara kesehatan baterai ponsel.

sumber: https://inet.detik.com/tips-dan-trik/d-4100852/begini-cara-mengisi-ulang-baterai-ponsel-yang-benar
6 September 2018 12:09


KOMPAS.com - Di media sosial dan aplikasi banyak beredar pesan berantai yang mengatakan segala aktivitas pengguna ponsel akan disadap dan dipantau oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Aktivitas yang disebut dipantau pemerintah mulai panggilan telepon hingga media sosial. 

Pada pesan tersebut dikatakan kebijakan itu berkenaan dengan peraturan komunikasi baru dan jaringan keamanan dari BSSN. Kemudian ditulis secara rinci apa saja yang akan dipantau oleh pemerintah mulai dari panggilan telepon, WhatsApp, sampai Facebook. 

Berikut isi pesan berantai tersebut: 

----------------------------- 
Assalamuallaikum, ijin senior berkaitan dg Bidang Hukum kami  menginformasikan bahwa mulai hari ini 27 Agustus 2018 & seterusnya ada peraturan komunikasi baru & Selesainya segala jaringan keamanan dari BSSN. 

Semua aktifitas Hand Phone n Media Telekomunikasi Serta segala Media Sosial terpantau 100% 

Setelah dilantiknya  Badan Siber & Sandi Nasional (BSSN),17 Mei 2018 , oleh  Bpk Jokowi,Presiden NKRI akan di catat: 
1.Semua panggilan dicatat. 
2.Semua rekaman panggilan telepon tersimpan. 
3.WhatsApp dipantau. 
4.Twitter dipantau. 
5.Facebook dipantau. 

Semua media sosial & forum dimonitor. 

mohon di Informasikan kepada rekan rekan, keluarga dan saudara yang tidak tahu. 

Perangkat akan terhubung ke sistem pelayanan, sehingga diharapkan dalam menggunakan media sosial dan berkomunikasi senantiasa berhati-hatilah dalam  mengirimkan pesan yg tidak perlu. 

Diharapkan informasi ini dapat disampaikan kepada anak-anak, Kerabat & teman ttg informasi ini. 

Diharapkan tidak  meneruskan tulisan atau video dll,bila  Anda   menerima  postingan  mengenai situasi politik/masalah Pemerintahan sekarang(terkait UU ITE).

POLRI telah mengeluarkan pemberitahuan yang disebut Kejahatan Cargo, dan  tindakan akan dilakukan, bila  perlu hapus saja postingan  yg masuk kalau akan   merugikan anda.

Contohnya, Pesan2 yg berisi tentang Hasutan, Teror n Pornografi. Menulis/meneruskan pesan  apapun pada setiap   perdebatan politik dan   agama skrg mrp pelanggaran penangkapan tnp surat perintah(dasar UU no.19 Th.2016 ttg perubhan UU ITE). 

Bila anda sebagai Admin Group bisa dlm masalah besar dlm kasus Hukumnya. semoga berguna,terimakasih 

----------------------------- 


Lantas apakah ini hoaks atau fakta? 

Informasi di pesan berantai tersebut dipastikan hoaks alias berita palsu. 

Pesan berantai ini sejatinya sudah muncul sejak lama dan kemudian diolah kembali dengan tujuan tertentu. 

Menurut Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, ada beragam alasan mengapa pesan berantai hoaks ini kembali muncul.

 Menurut dia, ada yang tidak tahu bahwa itu adalah hoaks, ada yang tahu tapi disebarkan untuk menakut-nakuti, bahkan ada saja yang menyebarkan sekadar untuk lucu-lucuan. 

"Postingan tersebut adalah postingan lama yang diolah ulang. Ini adalah hoaks. Pemerintah sama sekali tidak melakukan apa yang disampaikan dalam postingan tersebut," ungkap Ferdinandus kepada KompasTekno, Kamis (29/8/2018). 

"Kami mengimbau agar masyarakat tidak ikut-ikutan menyebarkan informasi hoaks tersebut," lanjutnya. Ia pun menambahkan, pemerintah baik Kemenkominfo maupun BSSN selalu berusaha untuk mengklarifikasi kabar hoaks yang beredar. Akun media sosial resmi Kemenkominfo dan BSSN pun sudah mempublikasikan bahwa isi pesan berantai tersebut adalah bohong belaka.


Pesan berantai hoaks seperti ini sejatinya bukan yang pertama kalinya beredar. Pada awal Januari lalu, kabar ini pun telah diklarifikasi namun pesan yang sama terus diolah ulang dan dikirim oleh banyak pengguna. 

Pemerintah pun sejatinya telah memiliki aturan tersendiri terkait penyampaian informasi melalui media sosial. Aturan itu tertera pada UU ITE pada Pasal 27 sampai dengan Pasal 37 Nomor 1 Tahun 2008.




Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Telepon Disadap dan Chat di WhatsApp Dipantau Pemerintah, Hoaks atau Fakta?", https://tekno.kompas.com/read/2018/08/30/09273727/telepon-disadap-dan-chat-di-whatsapp-dipantau-pemerintah-hoaks-atau-fakta. 
Penulis : Yudha Pratomo
Editor : Reza Wahyudi