KOMPAS.com - Pernahkah Anda bertanya, seberapa bersih air yang ada di sekitar Anda? 

Jika Anda berpikir itu sudah cukup bersih, mungkin Anda harus melihat ciptaan para peneliti Universitas Teknologi Wina ini. 

Rabu (23/08/2018) lalu, para peneliti tersebut menyebut telah menciptakan setetes air paling bersih di dunia. 

Air ultra murni ini membantu menjelaskan bagaimana permukaan yang dilapisi dengan titanium dioksida (TiO2) bisa membersihkan diri. 

Permukaan dengan lapisan tersebut menjadi tertutup lapisan misterius molekul ketika bersentuhan dengan udara dan air. 

"Kami memiliki empat laboratorium (di seluruh dunia) yang mempelajari ini dan empat penjelasan berbeda untuh hal itu," ungkap Ulrike Diebold, co-author penelitian ini dikutip dari Live Science, Kamis (24/08/2018). 

Ketika Hari Terang Diebold menjelaskan, saat permukaan TiO2 terkena sinar ultraviolet mereka bereaksi dengan cara "memakan" setiap senyawa organik pada permukaan itu. Hal ini memberi permukaan tersbeut sejumlah sifat yang berguna, seperti cermin berlapis TiO2 akan mengusir uap air bahkan di kamar mandi yang beruap. 

Diebold juga menjelaskan, meninggalkan benda ini di ruang terlalu lama bisa membentuk kotoran-kotoran misterius. Penjelaskaan paling masuk akal lemibatkan semacam reaksi kimia dengan uap air ambient. Selain itu, menciptakan tetesan air yang sangat bersih merupakan tantangan. Apalagi air sangat mudah terkontaminasi oleh kotoran dan air yang benar-benar murni tidak ada. 

Untuk itu, yang bisa dilakukan adalah membuat air yang sedekat mungkin dengan sangat murni. 

Perangkat Khusus 

Diebold membuatnya dengan cara merancang perangkat khusus yang mendorong air sampai batasnya. Dalam perangkat tersebut ada ruang hampa dengan "jari" yang menggantung dari langit-langitnya dengan suhu minus 140 derajat Celcius. 

Para peneliti kemudian melepaskan sampel uap air yang dimurnikan dari ruang didekat vakum. Hal ini membuat air membentuk es di ujung jari itu. 

Selanjutnya, es itu dibiarkan meleleh dan menetes ke sepotong TiO2 di bawah sebelum dengan cepat menguap ke ruang ultra-rendah. 

Setelah itu, TiO2 tidak menunjukkan tanda-tanda dari film molekuler yang diduga beberapa peneliti berasal dari air. 

Inilah yang kemudian dilaporkan dalam jurnal Science. "Kuncinya adalah bahwa baik air maupun titanium dioksida yang pernah terkena udara sebelumnya," kata Diebold. 

Tindak lanjut pemindaian TiO2 menggunakan mikroskop dan spektroskopi menunjukkan bahwa film itu tidak terbuat dari senyawa yang berhubungan dengan air atau air sama sekali. 

Sebaliknya, asam asetat (yang memberi cuka rasa asamnya) dan asam format, senyawa serupa, muncul di permukaan. 

Keduanya merupakan hasil sampingan dari pertumbuhan tanaman dan hanya ada dalam jumlah kecil di udara. Namun, tampaknya, ada cukup banyak bahan ini yang mengapung ke permukaan yang kotor dan membersihkan diri.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Begini Cara Ilmuwan Ciptakan Air Paling Murni di Dunia", https://sains.kompas.com/read/2018/08/30/183200223/begini-cara-ilmuwan-ciptakan-air-paling-murni-di-dunia
Penulis : Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika