Sebagai umat muslim, ada beberapa hal yang harus kita ingat dan imani. Kamu tahu nggak apa yang dimaksud dengan rukun iman? Rukun berarti dasar atau pokok yang harus dikerjakan, dan “iman” memiliki makna yakin atau percaya. Jadi, rukun iman adalah landasan kepercayaan dalam Islam yang wajib diamalkan bagi seorang muslim.

Hayoo, btw kamu masih ingat rukun iman dalam islam nggak? Kira-kira, rukun iman itu apa aja sih?

  1. Iman kepada Allah SWT
  2. Iman kepada malaikat-malaikat Allah SWT
  3. Iman kepada kitab-kitab Allah SWT
  4. Iman kepada rasul-rasul Allah SWT
  5. Iman kepada hari akhir
  6. Iman kepada takdir yang baik maupun yang buruk (qada’ dan qadar).

 

Nah, kali ini kita akan membahas mengenai rukun iman yang kedua, yaitu iman kepada malaikat-malaikat Allah SWT.

Malaikat adalah makhluk gaib yang diciptakan Allah dari cahaya (nur), sebagai utusan Allah yang patuh, taat, dan tidak pernah membangkang terhadap perintah-Nya. Tugas-tugas malaikat itu, antara lain:

  1. Beribadah kepada Allah SWT dengan bertasbih kepada-Nya siang dan malam tanpa rasa bosan atau terpaksa;
  2. Membawa wahyu kepada para Nabi dan Rasul;
  3. Memohon ampunan bagi orang-orang beriman;
  4. Meniup sangkakala;
  5. Mencatat amal perbuatan;
  6. Mencabut nyawa;
  7. Memberikan salam kepada ahli surga;
  8. Menyiksa ahli neraka;
  9. Memikul ‘arsy;
  10. Mengerjakan pekerjaan selain yang telah disebutkan diatas.

 

Iman kepada malaikat adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah menciptakan malaikat sebagai makhluk gaib yang diutus untuk melakukan segala perintah-Nya.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

Hadits yang menjelaskan malaikat tercipta dari cahaya

 

Artinya: “Dari Aisyah berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala-nyala dan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian.” (HR. Muslim)

 

10 Nama Malaikat dan Tugasnya 

Dari hadis yang kamu sudah baca sebelumnya, kamu sudah tahu ada beribu-ribu malaikat yang Allah ciptakan. Tapi, kamu hanya diwajibkan untuk mengetahui sepuluh saja. Nah, kira-kira kamu tahu nggak nama dan tugas dari sepuluh malaikat yang wajib kamu ketahui itu? Yuk, kita bahas bersama-sama!

 

1. Malaikat Jibril

Malaikat Jibril memiliki beberapa julukan, yaitu Ruh al Amin dan Ruh al Qudus.Malaikat Jibril tugas utamanya yaitu menyampaikan wahyu dari Allah SWT kepada para nabi dan rasul-Nya. Selain itu, malaikat Jibril dikenal juga sebagai penghulu para malaikat.

Malaikat Jibril merupakan satu dari tiga malaikat yang namanya disebut dalam Al-Qur’an. Nama malaikat Jibril disebut dua kali dalam Al-Qur’an, yaitu pada Q.S Al-Baqarah ayat 97-98 dan Q.S At-Tahrim ayat 4.

 

2. Malaikat Mikail

Malaikat Mikail bertugas untuk mengatur urusan makhluk Allah SWT sekaligus mengatur rezeki umat manusia. Misalnya mengatur air, menurunkan hujan atau petir, membagikan rezeki kepada manusia, tumbuhan, dan juga hewan di muka bumi.

 

3. Malaikat Izrail

Malaikat Izrail dikenal dengan sebutan malaikat maut karena diberi tugas mencabut nyawa semua makhluk termasuk dirinya sendiri. Ia merupakan salah satu dari empat malaikat utama selain Jibril, Mikail, dan Israfil.

 

4. Malaikat Israfil

Malaikat Israfil diberikan tugas oleh Allah SWT untuk meniup terompet sangkakala yaitu sebuah terompet suci yang terletak di bibirnya selama berabad-abad. Malaikat Israfil menunggu perintah Allah SWT untuk meniupnya pada hari kiamat. Ketika hari itu tiba, malaikat Israfil akan turun ke bumi dan berdiri di batu atau bukit suci di Yerusalem.

Tiupan pertama akan menghancurkan dunia beserta isinya, tiupan kedua akan mematikan para malaikat, dan tiupan ketiga akan membangkitkan manusia yang sudah mati untuk dikumpulkannya di Padang Mahsyar.

 

5. Malaikat Munkar

Selain itu, ada malaikat Munkar yang memiliki tugas bertanya kepada manusia yang sudah mati di dalam kubur. Hal yang ia tanyakan perihal keimanan seseorang yang telah mati bersama malaikat Nakir. Malaikat munkar akan mendatangi seseorang yang telah berbuat banyak keburukan selama hidupnya.

 

6. Malaikat Nakir

Malaikat Munkar dan malaikat Nakir adalah dua malaikat yang bertugas menanyakan dan menguji iman orang yang sudah mati di alam kubur.  Nah, bedanya malaikat Nakir bertugas menanyakan manusia dalam kubur yang telah berbuat baik semasa hidupnya.

Berikut ini hadis yang menjelaskannya:

Hadits yang menjelaskan tugas malaikat munkar dan nakir

Artinya: Keduanya (malaikat Munkar dan Nakir) bertanya kepada setiap ahli kubur dengan bahasa yang bersangkutan. Keduanya bertanya, ‘Siapa tuhanmu? Apa agamamu? Siapa nabimu? Apa kiblatmu? Siapa saudaramu? Apa imammu? Apa jalan hidupmu? Apa amalmu?’.

 

7. Malaikat Raqib

Malaikat Raqib bertugas mencatat segala amal kebaikan manusia selama di bumi, beriringan dengan malaikat Atid yang mencatat amal buruk. Dari Anas ra., dari Nabi Muhammad SAW,

“Sesungguhnya Allah SWT telah menugaskan dua malaikat untuk menulis segala apa yang dilakukan atau dituturkan oleh seseorang hamba-Nya (satu berada di sebelah kanan dan yang satu lagi di sebelah kirinya); kemudian apabila orang itu mati, Allah perintahkan kedua malaikat itu dengan firman-Nya, “Hendaklah kamu berdua tinggal tetap di kubur hamba-Ku itu serta hendaklah kamu mengucap tasbih, tahmid, dan takbir hingga ke hari kiamat dan hendaklah kamu menulis pahalanya untuk hamba-Ku itu.” (H.R Abu al-Syeikh dan Tabrani)

 

8. Malaikat Atid

Malaikat Atid bertugas mencatat segala amal keburukan manusia. Malaikat Raqib dan malaikat Atid memiliki sifat yang sangat jujur dan tidak pernah bermaksiat kepada Allah SWT, sehingga tak ada satu pun keburukan dan kebaikan yang luput dari catatan keduanya.

 

9. Malaikat Malik 

Malaikat Malik adalah pemimpin malaikat yang bertugas sebagai penjaga pintu neraka.

 

10. Malaikat Ridwan

Malaikat ke sepuluh yang wajib kamu ketahui yaitu malaikat Ridwan. Malaikat Ridwan bertugas menjaga, mengawasi, serta menyambut semua hamba Allah yang akan masuk ke surga-Nya.

Lalu, apa saja perbedaan antara malaikat, manusia, dan jin?

 

Perbedaan Malaikat dengan Manusia dan Jin

Berikut adalah perbedaan malaikat dengan manusia dan jin, setan, atau iblis, berdasarkan wujud serta sifat-sifatnya:

Malaikat

Manusia

Jin/Setan/Iblis

GaibNyataGaib
Tidak memiliki nafsuMemiliki nafsuMemiliki nafsu
Selalu taat kepada Allah SWTAda yang taat dan ada yang durhakaSetan dan Iblis selalu durhaka kepada Allah SWT sedangkan Jin ada yang taat dan ada yang durhaka.
Tidak berjenis kelaminBerjenis kelaminBerjenis kelamin
Tidak makan, tidak minum, tidak tidur, dan tidak kawinMakan, minum, tidur, dan kawinMakan, minum, tidur, dan kawin
Memiliki akal pikiran yang bersifat statisMemiliki akal pikiran yang bersifat dinamisMemiliki akal pikiran

 

Sifat-Sifat Malaikat

Setelah kamu mengetahui perbedaan antara malaikat, manusia, dan jin, kamu juga bisa menyimak beberapa sifat malaikat di bawah ini, berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an. Ada apa saja ya?

 

1. Mulia

Dalam surah ‘Abasa ayat 15 – 16 disebutkan bahwa malaikat adalah makhluk Allah SWT yang mulia dan berbudi.

 

بِأَيْدِى سَفَرَةٍۢ ١٥

  كِرَامٍۭ بَرَرَةٍۢ ١٦

 

Artinya:

“di tangan para utusan (malaikat) yang mulia lagi berbudi.” (QS ‘Abasa: 15-16)

Selain itu, dalam surah Al Anbiya ayat 26, disebutkan juga bahwa malaikat merupakan hamba-hamba Allah yang dimuliakan.

 

وَقَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱلرَّحْمَـٰنُ وَلَدًۭا ۗ سُبْحَـٰنَهُۥ ۚ بَلْ عِبَادٌۭ مُّكْرَمُونَ ٢٦

 

Artinya:

“Mereka berkata, “Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak.” Mahasuci Dia. Sebaliknya, mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan.” (QS Al-Anbiya : 26)

 

2. Bergerak Cepat

Salah satu keutamaan yang dimiliki oleh malaikat adalah dapat bergerak cepat, sesuai dengan yang difirmankan Allah SWT dalam surat An Naziyat ayat 3-4.

 

وَٱلسَّـٰبِحَـٰتِ سَبْحًۭا ٣

  فَٱلسَّـٰبِقَـٰتِ سَبْقًۭا ٤

 

Artinya:

“di tangan para utusan (malaikat) yang mulia lagi berbudi.” (QS An Naziyat: 3-4)

Sifat malaikat yang bergerak cepat (dengan terbang) juga tercantum dalam surat Al Mursalat ayat 1-2.

 

وَٱلْمُرْسَلَـٰتِ عُرْفًۭا ١فَٱلْعَـٰصِفَـٰتِ عَصْفًۭا ٢

 

Artinya:

“Demi (malaikat-malaikat) yang diutus untuk membawa kebaikan dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencang.” (QS Al Mursalat: 1-2)

 

3. Taat dan Takut kepada Allah

Sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, malaikat senantiasa memiliki rasa takut serta selalu taat kepada Allah SWT, seperti yang tercantum dalam Surat At Tahrim ayat 6.

 

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًۭا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَـٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌۭ شِدَادٌۭ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ٦

 

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At Tahrim : 6)

Kemudian, dalam surat An-Nahl ayat 49-50 juga menjelaskan tentang sifat malaikat yang taat, patuh, dan turut beribadah kepada Allah SWT.

 

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ مِن دَآبَّةٍۢ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ٤٩  يَخَافُونَ رَبَّهُم مِّن فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ۩ ٥٠

 

Artinya:

“Hanya kepada Allah bersujud segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, yaitu semua makhluk yang bergerak (bernyawa). Para malaikat (juga bersujud) dan mereka tidak menyombongkan diri. Mereka takut kepada Tuhan mereka yang (berkuasa) di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).” (QS An Nahl : 49-50)

 

4. Malaikat Utusan Allah

Dalam Surat Fatir ayat 1 disebutkan bahwa malaikat merupakan utusan Allah SWT yang mengatur berbagai macam urusan.

 

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ جَاعِلِ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ رُسُلًا أُو۟لِىٓ أَجْنِحَةٍۢ مَّثْنَىٰ وَثُلَـٰثَ وَرُبَـٰعَ ۚ يَزِيدُ فِى ٱلْخَلْقِ مَا يَشَآءُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ ١

 

Artinya:

“Segala puji bagi Allah, Pencipta langit dan bumi yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap. Masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Dia menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS Fatir: 1)

 

Jumlah Malaikat

Seperti yang kita ketahui, malaikat memiliki sifat gaib, dan berapa jumlah malaikat secara rinci hanya Allah SWT dan Rasul-Nya yang tahu. Namun, hadis ini dapat memberikan penjelasan mengenai banyaknya jumlah malaikat. Perhatikan hadis dari Ali ra:

 

Hadits yang menjelaskan jumlah malaikat

 

Artinya: Dari Ali ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mengunjungi saudaranya sesama muslim, maka seakan ia berjalan di bawah pepohonan surga hingga ia duduk, jika telah duduk maka rahmat akan melingkupinya. Jika mengunjunginya di waktu pagi, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bershalawat kepadanya hingga sore hari, dan jika ia mengunjunginya di waktu sore, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bershalawat kepadanya hingga pagi hari.” (H.R Ibnu Majah)

Hadis tersebut menggambarkan betapa Mahakuasa Allah SWT, dengan jumlah malaikat yang sekian banyak, sangat mudah bagi Allah untuk mengetahui tingkah laku manusia di dunia. Akan tetapi, umat Islam diperintahkan untuk mengimani dan mengetahui sepuluh nama malaikat dan tugasnya. Sepuluh nama malaikat tersebut sudah tertulis dalam Al-Qur’an.

 

Hikmah Beriman Kepada Malaikat

Nah, setelah mempelajari sepuluh nama malaikat yang wajib kamu ketahui dan tugasnya, terdapat banyak sekali hikmah beriman kepada malaikat. Salah satunya menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT karena apapun yang dilakukan oleh manusia tidak luput dari pengawasan malaikat Allah SWT.

Lalu, apa saja sih hikmah dari beriman kepada malaikat?

  1. Membentuk sikap jujur, amanah dan mendorongmu untuk senantiasa berperilaku baik. Hal itu karena kamu berada dalam pengawasan malaikat.
  2. Mengetahui bahwa ada makhluk ciptaan Allah SWT selain manusia yang hidup bersama denganmu.
  3. Mengetahui kebesaran Allah SWT melalui kekuatan-Nya, kekuasaan-Nya, dan keagungan-Nya yang telah menciptakan malaikat yang memiliki berbagai keistimewaan
  4. Mensyukuri nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepadamu, sehingga Allah SWT menugaskan malaikat untuk memelihara, membantu, memberi petunjuk, menghibur serta mencatat semua amalmu.
  5. Memperkuat keyakinan dan keimananmu kepada Allah SWT serta menumbuhkan sikap hati-hati menjaga setiap ucapan dan tingkah laku. Hal itu karena malaikat Raqib dan Atid selalu mencatat semua amal dan perbuatanmu.

 

Itulah pembahasan lengkap mengenai nama-nama malaikat beserta masing-masing tugasnya. Yuk, kita yakini serta imani sesuai dengan rukun iman yang ke-2. 


sumber: https://www.ruangguru.com/blog/nama-malaikat-dalam-islam-beserta-tugasnya

Memahami cara mengelola keuangan bagi pelajar yang efektif dapat membantu memastikan pemenuhan kebutuhan pendidikan dan keseharian berjalan dengan lancar.

Meskipun belum memiliki pendapatan sendiri, pelajar atau mahasiswa perlu memiliki kemampuan manajemen keuangan yang baik.

Uang saku yang diberikan oleh orang tua tidak hanya dapat digunakan untuk keperluan sekolah, namun juga disimpan guna kebutuhan pribadinya di masa depan.

Membiasakan belajar mengelola uang sejak masa sekolah bisa dilakukan secara bertahap. Berikut adalah langkah-langkah praktis menabung untuk pelajar yang bisa dicoba:


1. Membuat Daftar Pengeluaran

Cara mengelola keuangan bagi pelajar yang pertama adalah membuat daftar pengeluaran bulanan. Catatan ini berlaku untuk semua jenis pengeluaran tanpa terkecuali.

Sejumlah uang yang dikeluarkan untuk berbagai keperluan sekolah, transportasi, konsumsi, hingga ekstrakurikuler pun perlu dicatat dengan rapi berdasarkan kategori masing-masing.

Dengan menuliskan hal-hal penting yang berkaitan dengan aktivitas belajar atau kuliah, perencanaan keuangan selama sebulan pun dapat dibuat berdasarkan urgensi kebutuhan.

Daftar pengeluaran selama sebulan juga dapat menjadi acuan bagi orang tua dalam memperkirakan seberapa besar pengeluaran dalam sebulan yang harus disisihkan untuk anak. 

2. Menyusun Anggaran Bulanan

Pada umumnya, cara mengatur uang yang baik selalu dimulai dengan penyusunan anggaran per bulan.

Mengacu pada daftar pengeluaran yang dibuat sebelumnya, pelajar dapat membuat anggaran sesuai dengan prioritas kebutuhannya.

Jika masih bingung dari mana memulainya, cobalah untuk menggunakan pembagian kebutuhan dalam urutan primer, sekunder, dan tersier sebagai acuan.

Bagi anak kos, pemenuhan kebutuhan utama biasanya mencakup pembayaran sewa tempat tinggal bulanan, tagihan listrik, tagihan air, dan keperluan pangan.

Di samping itu, transportasi juga perlu menjadi prioritas bagi pelajar yang setiap hari menempuh perjalanan dengan angkutan umum.

3. Membedakan Kebutuhan dan Keinginan

Selain membagi rencana pengeluaran bulanan berdasarkan ketiga kategori di atas, pelajar juga harus memahami konsep perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.

Langkah penting dalam cara mengelola keuangan bagi pelajar ini mengajarkan bahwa kebutuhan berada di atas keinginan.

Dengan kata lain, perlengkapan sekolah dan pembayaran SPP perlu dipenuhi sebelum membelanjakan uang untuk keperluan jajan.

Sebaliknya, salah satu contoh keinginan seperti membeli tas baru bisa ditahan jika tas masih dalam keadaan layak pakai.

4. Memanfaatkan Diskon Khusus Pelajar

Status sebagai pelajar biasanya cukup menguntungkan karena beberapa tempat bisnis menawarkan diskon khusus.

Pada hari-hari tertentu, diskon pelajar diberlakukan di berbagai tempat, seperti kafe, toko buku, dan restoran.

Tujuannya adalah untuk menarik lebih banyak konsumen pelajar melalui penawaran menarik yang tidak tersedia untuk siapa saja.

Untuk mendapatkan diskon khusus pelajar, biasanya petugas toko akan meminta bukti identitas berupa kartu pelajar atau mahasiswa.

Setelah berhasil mengonfirmasi status konsumen sebagai pelajar, maka langkah selanjutnya adalah mengurangi harga produk yang diperjualbelikan.

Dengan mendapatkan harga yang miring, pengeluaran pelajar pun akan berkurang sehingga sisa uang bulanan bisa digunakan untuk memenuhi keperluan lain.

5. Menjalani Gaya Hidup Frugal Living

Hidup hemat dengan cara frugal living bisa menjadi pilihan bagi pelajar atau mahasiswa yang hidup merantau dan tinggal di rumah kos.

Penerapannya cukup praktis dan efektif dalam menekan pengeluaran. Salah satu perilaku hemat yang dapat dicoba pelajar adalah membandingkan harga barang sebelum memutuskan untuk membelinya.

6. Menambah Wawasan tentang Literasi Keuangan

Masa-masa beranjak dewasa merupakan momen penting yang dapat dimanfaatkan pelajar atau mahasiswa untuk memahami pengelolaan keuangan.

Untuk mengasah literasi keuangan, mulailah belajar tentang kiat-kiat menabung, pilihan investasi, hingga seberapa pentingnya skor kredit.

Sambil belajar tentang pengelolaan keuangan di tingkat yang lebih tinggi, cobalah untuk menerapkan teori yang dipelajari sedikit demi sedikit.

Tidak perlu berinvestasi dalam jumlah besar, aset yang aman untuk ditabung atau dibeli, seperti emas, bisa dipilih karena harganya terjangkau dan risikonya rendah.

7. Membiasakan Menabung

Salah satu cara mengelola keuangan pribadi yang bisa diterapkan oleh pelajar adalah menabung sebagian uang bulanan.

Jika menggunakan metode budgeting 50/30/20, maka 20% dari uang bulanan yang didapatkan bisa disimpan dalam bentuk tabungan.

Agar uang tabungan tidak tercampur dengan pengeluaran bulanan, sebaiknya gunakan rekening terpisah atau aktifkan fitur menabung di mobile banking.

Dengan begitu, uang tabungan tidak akan terpakai untuk memenuhi kebutuhan pembelian keperluan belajar ataupun belanja bulanan.

8. Mencari Pendapatan dengan Freelance

Apabila uang saku tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan perkuliahan yang semakin mahal, maka opsi untuk menjadi freelancer atau pekerja lepas bisa menjadi pilihan.

Gunakan bakat yang dimiliki dan mulailah membuat portofolio untuk menawarkan jasa freelance.

Pastikan untuk mengelola waktu dengan baik agar pelaksanaan pekerjaan tidak mengganggu aktivitas belajar.

Untuk itu, gunakan waktu luang saat akhir pekan atau ketika musim libur kuliah jika ingin mengambil pekerjaan lepas.

9. Mencoba Peluang Investasi

Cara mengatur keuangan bagi pelajar yang tidak kalah pentingnya untuk memastikan keamanan keuangan adalah mencoba peluang investasi.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, investasi tidak harus dilakukan dengan modal besar. Sebagai contoh, investasi emas bisa dilakukan dengan biaya yang terjangkau. Nilainya pun cenderung bertambah dari waktu ke waktu.

Emas yang dijadikan aset investasi tidak harus berbentuk fisik. Saat ini, tersedia layanan menabung emas yang menawarkan keamanan dan efektivitas prosedur.

Maka dari itu, pelajar yang ingin mencoba peruntungan investasi bisa memilih emas sebagai pijakan awal sebagai investor.

Itulah beberapa cara mengelola keuangan bagi pelajar yang dapat dicoba. Semoga dapat membentuk kebiasaan positif yang bermanfaat di masa depan ya.


ARTIKEL ISLAMI




KISAH NABI DAN RASUL




LEGENDA




LITERASI BACA TULIS




LITERASI BUDAYA DAN KEWARGANEGARAAN



LITERASI DIGITAL



LITERASI FINANSIAL



LITERASI NUMERASI



LITERASI .....


Undak-usuk basa Sunda pemakaiannya disesuaikan dengan keadaan umur, posisi lawan bicara, serta situasi yang bercerita dan yang turut diceritaknnya. Secara garis besar Undak-usuk Basa Sunda/ Tatakrama Bahasa Sunda dibagi menjadi 3 bagian yaitu : 

Basa Kasar 
Basa Kasar digunakan untuk hewan dan digunakan oleh orang yang sedang marah. Bahasa kasar sebenarnya kurang patut diucapkan di hadapan siapapun, namun bahasa kasar ini masih sering digunakan ketika seseorang sedang marah atau beradu mulut. Akan ada kesan tidak sopan jika Anda menggunakan tingkatan bahasa ini. 

Basa Loma (akrab) 
Basa Loma digunakan untuk orang/teman yang sudah akrab dengan kita (loma/akrab ). Biasanya diucapkan saat berbicara kepada orang yang seumuran atau sudah karib, misalnya teman atau orang yang usianya di bawah kita. Inilah bahasa Sunda yang umum digunakan kalangan anak muda. Takarannya sedang, tidak terlalu kasar tapi tidak terlalu halus. 

Basa Hormat (Lemes) 

Basa Hormat biasa digunakan untuk berbicara dengan orang yang pantas dihormat seperti kepada orang yang lebih tua, guru, sesepuh, tokoh masyarakat, pejabat, atasan. 

Ketika seseorang menggunakan bahasa halus ini ketika bercakap dengan para sepuh asal sunda. Apalagi jika ditambah dengan lentong (intonasi), pasemon (roman/ekspresi wajah), rengkuh jeung peta (sikap; gesture) yang baik, maka akan menjadi menaikkan citra diri orang tersebut. Apalagi bagi calon menantu. 

Berikut ini, tabel ragam bahasa sunda, basa loma dan basa lemes (lemes untuk diri sendiri dan untuk orang lain), supaya kita bisa membedakan bahasa untuk diri sendiri dan orang lain. 

Terkadang seseorang mengucapkan bahwa dirinya "saya sudah makan", pengucapannya, "abdi mah tos tuang." Padahal untuk diri sendiri makan dalam bahasa sunda bukanlah "tuang" tapi "neda". Yang sering terbalik-balik juga mengatakan "pulang" dalam bahasa sunda untuk diri sendiri dan orang lain. Untuk diri sendiri, "pulang" adalah "wangsul", sementara untuk orang lain "pulang" adalah "mulih". Seperti contoh : "mulih timana pak/bu?", bukan : "wangsul ti mana pak/bu?". 

Mari kita perhatikan ragam basa di bawah ini,

Basa Loma
Basa Lemes
(Keur ka sorangan)
Basa Lemes
(Keur ka batur)
Bahasa
Indonesia
Abus, asup
Lebet
Lebet
Masuk
Acan, tacan, encan
Teu acan
Teu acan
Belum
Adi
Adi
Rai, rayi
Adik
Ajang, keur, pikeun
Kanggo
Haturan
Untuk
Ajar
Ajar
Wulang, wuruk
Mengajar
Aji, ngaji
Ngaji
Ngaos
Akang
Akang
Engkang
Kakak / Abang
Aki
Pun aki
Tuang Eyang
Kakek
Aku, ngaku
Aku, ngaku
Angken, ngangken
Mengaku
Alo
Pun alo
Kapiputra
Keponakan
Alus
Sae
Sae
Bagus
Ambeh, supaya, sangkan
Supados
Supados
Supaya
Ambek
Ambek
Bendu
Marah
Ambe, ngambeu
Ngambeu
Ngambung
Mencium
Amit, amitam
Permios
Permios
Permisi
Anggel
Bantal
Bantal, kajang mastaka
Bantal
Anggeus, enggeus
Rengse
Parantos
Sudah
Anjang, nganjang
Ngadeuheus
Natamu
Bertamu
Anteur, nganteur
Jajap, ngajajapkeun
Nyarengan
Mengantar
Anti, dago, ngadagoan,
Ngantosan
Ngantosan
Menunggu
Arek
Bade, seja
Bade, seja
Mau / Akan
Ari
Dupi
Dupi
N/A
Asa, rarasaan
Raraosan
Raraosan
Perasaan
Asal
Kawit
Kawit
Asal
Aso, ngaso
Ngaso
Leleson
Istirahat / Rilex
Atawa
Atanapi
Atanapi
Atau
Atoh, bungah
Bingah
Bingah
Gembira
Awak
Awak
Salira
Badan
Awewe
Awewe
Istri
Perempuan
Babari, gampang
Gampil
Gampil
Mudah
Baca
Aos
Aos
Baca
Badami
Badanten
Badanten
Berunding
Bae, keun bae
Sawios, teu sawios
Sawios, teu sawios
Biarkan
Bagea
Bagea
Haturan
N/A
Baheula
Kapungkur
Kapungkur
Zaman Dahulu
Baju
Baju
Raksukan, anggoan
Baju
Bakti
Baktos
Baktos
Bakti
Balik, mulang
Wangsul
Mulih
Pulang
Balur
Balur
Lulur
Lulur
Bangga
Sesah
Sesah
Susah
Bapa
Pun Bapa
Tuang Rama
Bapak
Bareng, reujeung
Sareng
Sareng
Dengan
Bareto
Kapungkur
Kapungkur
Zaman Dahulu
Batuk
Bantuk
Gohgoy
Batuk
Batur
Babaturan
Rerencangan
Orang Lain
Bawa
Bantun
Candak
Bawa
Beak
Seep
Seep
Habis
Beda
Benten
Benten
Beda
Beja
Wawartos
Wawartos
Kabar
Bener, enya
Leres
Leres
Benar
Bengek, mengi
Asma
Ampeg
Asma
Bere, mere
Maparin, masihan
Ngahaturaan, ngaleler
Memberi
Berekah
Pangesto, pangestu
Damang, wilujeng
N/A
Beuki
Beuki, seneng
Sedep
Suka
Beulah
Palih
Palih
Patah
Beuli, meuli
Meser
Ngagaleuh
Beli
Beunang
Kenging
Kenging
Dapat
Beungeut
Beungeut
Pameunteu, raray
Muka
Beurang
Siang
Siang
Siang
Beurat
Abot
Abot
Berat
Beuteung
Padaharan
Patuangan, lambut
Perut
Bibi
Pun bibi
Tuang bibi
Bibi / Tante
Bikeun, mikeun
Maparinkeun
Ngahaturkeun,nyanggakeun
Berikan
Bilang, milang
Ngetang
Ngetang
Berhitung
Birit, bujur
Birit, bujur
Imbit
Pantat
Bisa
Tiasa
Tiasa
Bisa
Bisi
Bilih
Bilih
N/A
Biwir
Biwir
Lambey
Bibir
Boa
Tiasa jadi
Tiasa jadi
Jikalau
Boga
Gaduh
Kagungan
Punya
Buang, ngising
Miceun
Kabeuratan
BAB
Budak
Budak
Murangkalih
Anak
Bujal
Bujal, puser
Udel
Pusar
Buka puasa
Buka
Bobor
Buka puasa
Bukti
Buktos
Buktos
Bukti
Bulan
Sasih
Sasih
Bulan
Bungah, gumbira
Bingah
Bingah
Gembira
Burit
Sonten
Sonten
Sore
Buru
Bujeng
Bujeng
Cepat
Butuh
Perlu
Peryogi
Perlu
Cabak, nyabak
Nyabak
Cepeng
Megang
Cageur
Pangesto, pangestu
Damang
Sehat
Calana
Calana
Lancingan
Celana
Cangkeng
Cangkeng
Angkeng
Pinggang
Caram, carek, nyarek
Nyarek
Ngawagel
Carang, langka
Awis
Awis
Carek, nyarekan
Nyarekan
Nyeuseul
Carita, nyarita, ngomong
Nyanggem
Nyarios
Cenah
Cenah
Saurna
Cekel, nyekel
Nyekel
Nyepeng
Celuk,nyeluk,gero,ngageroan
Nyauran
Ngagentraan
Ceuli
Ceuli
Cepil
Ceurik
Ceurik
Nangis
Cicing
Matuh
Calik, linggih
Ciduh
Ciduh
Ludah
Cik, cing
Cobi
Cobi
Cikal
Cikal
Putra pangageungna
Ciling, pacilingan
Kakus
Jamban
Ciri
Tanda
Tawis
Cium, nyieum
Nyieum
Ngambung
Cokot, nyokot
Ngabantun
Nyandak
Cukup, mahi
Cekap
Cekap
Cukur, dicukur
Dicukur
Diparas
Cunduk, dating
Dongkap
Sumping, rawuh
Daek
Daek, purun
Kersa
Dagang
Dagang
Icalan
Dahar
Neda
Tuang
Dangdan
Dangdan
Dangdos
Dapur
Dapur
Pawon
Denge, ngadenge
Nguping, mireng
Ngadangu
Deukeut
Caket
Caket
Didik, ngadidik
Ngatik
Miwuruk,mitutur,miwejang
Diri
Diri
Salira
Diuk
Diuk
Calik, linggih
Duga, kaduga
Kaduga
Kiat
Duit
Artos
Artos
Dumeh, lantaran
Jalaran
Ku margi
Eling, inget
Emut
Emut
Emboh, tambah
Tambih
Tambih
Era
Isin
Lingsem
Embung
Alim
Teu kersa
Enggon
Pamondokan
Pangkuleman
Eukeur, keur
Nuju
Nuju
Eusi, ngeusian
Ngalebetan
Ngalebetan
Euweuh
Teu aya
Teu aya
Gancang
Enggal
Enggal
Ganti
Ganti
Gentos
Gardeng, reregan
Gardeng
Lalangse
Gawe
Gawe
Damel
Gede
Gede
Ageung
Gelung
Gelung
Sanggul
Genah, ngeunah
Raos
Raos
Gering
Udur
Teu damang
Getol
Getol
Kersaan
Geulang
Geulang
Pinggel
Geura, pek, heg
Geura, mangga
Mangga
Geuwat
Enggal
Enggal
Gigir, gigireun
Gigireun
Gedengeun
Gimir
Gimir
Rentag manah
Gogoda, cocoba
Cocoba
Cocobi
Goreng
Goreng
Awon
Gugu, ngagugu
Nurut
Tumut
Haben
Haben
Teras-terasan
Hadir, ngahadiran
Nungkulan
Ngaluuhan
Hal, perkara
Perkawis
Perkawis
Halis
Halis
Kening
Hampura, maap
Hapunten
Hapunten, haksama
Hareup
Payun
Payun
Harga
Harga
Pangaos
Harti
Hartos
Hartos
Hate
Hate
Manah
Hawatir,watir,karunya
Watir
Hawatos
Hayang
Hoyong
Palay
Helok
Heran
Hemeng
Hese, susah, pelik
Sesah
Sesah
Heuay
Heuay
Angob
Heubeul, lawas
Heubeul
Lami
Heug, seug
Mangga
Mangga
Hili, tukeur
Liron
Gentos
Hirup
Hirup
Jumeneng
Hudang
Hudang
Gugah
Huntu
Huntu
Waos
Hutang
Hutang
Sambetan
Iber, beja, warta
Wartos
Wartos
Idin
Widi
Widi
Igel
Igel
Ibing
Iket
Totopong
Udeng
Ilik, ngilikan
Ningalan
Ningalan
Ilu, ngilu
Ngiring
Ngiring
Imah
Rorompok
Bumi
Impi, ngimpi
Impen, ngimpen
Impen, ngimpen
Imut
Imut
Mesem
Incu
Pun incu
Tuang putu
Indit, miang
Mios
Angkat, jengkar
Indung
Pun biang
Tuang ibu
Inggis, risi
Inggis, risi
Rempan
Injeum, nginjeum
Nambut
Nambut
Inum, nginum
Leueut, ngaleueut
Leueut, ngaleueut
Irung
Irung
Pangambung
Isuk, isukan
Enjing
Enjing
Itung
Itung
Etang
Iwal, kajaba
Kajaba
Kajabi
Jaga
Jaga
Jagi
Jalma, jelema
Jalmi
Jalmi
Jauh
Tebih
Tebih
Jawab
Walon
Waler
Jero
Lebet
Lebet
Jeung
Sareng
Sareng
Jiga
Jiga
Sapertos,sakarupi
Jual
Ical
Ical
Jugjug
Bujeng
Bujeng
Juru, ngajuru
Ngalahirkeun
Babar
Kabeh, kabehanana
Sadayana
Sadayana
Kabur, minggat
Minggat
Lolos
Kacida, naker
Kalintang
Kalintang, teu kinten
Kajeun, keun bae
Sawios
Sawios
Kakara, karek
Nembe
Nembe
Karembong
Kekemben
Kekemben
Kari, tinggal
Kantun
Kantun
Kasakit, nyeri
Kasakit, kanyeri
Kasawat
Katara, kaciri
Katawis
Katawis
Kapalang, kagok
Kapambeng
Kapambeng
Kawas
Sapertos
Sapertos
Kawin
Nikah, jatukrami
Jatukrami,rendengan
Kede
Kenca
Kiwa
Kejo, sangu
Sangu
Sangu
Kelek
Kelek
Ingkab
Kesang
Karinget
Karinget
Keur, pikeun
Kanggo
Kanggo, haturan
Kiih
Kahampangan
Kahampangan
Kolot
Kolot
Sepuh
Kongkorong
Kangkalung
Kangkalung
Kop, pek
Mangga
Mangga
Kuat
Kiat
Kiat
Kudu
Kedah
Kedah
Kumbah
Kumbah
Wasuh
Kumis
Kumis
Rumbah
Kumpul
Kempel
Kempel
Kungsi
Kantos
Kantos
Kurang
Kirang
Kirang
Kuring, sim kuring
Abdi, sim abdi
Sim abdi
Labuh
Labuh
Geubis
Lahun, ngalahun
Ngalahun
Mangkon
Lain
Sanes
Sanes
Laju
Lajeng
Lajeng
Laki, lalaki
Lalaki
Pameget
Laku, payu, laris
Pajeng
Pajeng
Lalajo
Nongton
Nongton
Lamun, upama
Upami
Upami
Lanceuk
Pun lanceuk
Tuang raka
Lantaran, sabab
Jalaran, sabab
Mari
Leho
Leho
Umbel
Letah
Letah
Ilat
Leungeun
Leungeun
Panangan
Leungit
Leunit
Ical
Leutik
Alit
Alit
Leuwih
Langkung
Langkung
Lila
Lami
Lami
Mahal
Awis
Awis
Maksud
Maksad
Maksad
Malarat, miskin
Jalmi teu gaduh
Teu kagungan nanaon
Malem
Wengi
Wengi
Malik
Malik
Mayun
Mamayu
Mamayu
Mamajeng
Mangka, sing, muga
Mugi
Mugi
Maot
Maot
Pupus, tilar dunga
Marhum
Marhum, jenatna
Marhum, suargi
Memeh, samemehna
Sateuacanna
Sateuacanna
Mending, leuwih hade
Langkung sae
Langkung sae
Meujeuhna
Meujeuhna
Cekap
Meueun
Panginten
Panginten
Mimimti, mimitina
Kawitna
Kawitna
Minangka
Etang-etang
Etang-etang
Mindeng, remen
Sering
Sering
Minyak
Lisah
Lisah
Muga
Mugi
Mugia
Mupakat, rempug
Mupakat, rempug
Rempag
Murah
Mirah
Mirah
Najan, sanajan
Sanaos
Sanaos
Ngan
Mung
Mung
Ngaran
Wasta, nami
Jenengan, kakasih
Ngeunah
Ngeunah
Raos
Ngora
Ngora
Anom
Nini
Pun nini
Tuang eyang
Nyaho
Terang
Uninga
Nyaring
Nyaring
Teu acan kulem
Nyolowedor
Nyolowedor
Midua maha
Obat, ubar
Obat, ubar
Landog
Ogan, ondang
Ondang
Ulem
Ome,ngomean,menerkeun
Ngalereskeun
Ngalereskeun
Paham
Paham,ngartso
Ngartos
Paju, maju
Majeng
Majeng
Pake, make
Nganggo
Nganggo
Palangsiang, bias jadi
Tiasa jadi
Tiasa jadi
Palire, malire
Malire
Merhatoskeun
Pamajikan
Pun bojo
Tuang rayi
Pancuran, kamar mandi
Jamban
Jamban
Pandeuri
Ti pengker
Ti pengker
Pang, pangna, nu matak
Nu mawi
Nu mawi
Panggih, manggih, nimu
Mendak
Mendak
Pangkat, kadudukan
Kadudukan
Kalungguhan
Pangku, mangku
Mangku
Mangkon
Panon
Panon
Soca
Pantar, sapantar
Sapantar
Sayuswa
Paribasa
Paripaos
Paripaos
Pariksa, mariksa
Mariksa
Marios
Parna
Repot
Wales
Paro, saparo
Sapalih
Sapalih
Pasti, tangtu
Tangtos
Tangtos
Pati, teu pati
Teu patos
Teu patos
Patuh, matuh
Matuh
Linggih
Payung
Payung
Pajeng
Pedah
Ku margi, jalaran
Rehing
Penta, menta
Neda, nyuhunkeun
Mundut
Pecak, mecak, nyoba
Nyobi
Nyobi
Pencet, mencetan
Meuseulan
Meuseulan
Percaya
Percanten
Percanten
Perlu
Perlu
Peryogi
Permisi
Permios
Permios
Peuting
Wengi
Wengi
Pihape, mihape
Wiat
Ngaweweratan
Piker
Piker
Manah
Piligenti
Piligentos
Piligentos
Pindah
Pindah
Ngalih
Pingping
Pingping
Paha
Pipi
Pipi
Damis
Poe
Dinten
Dinten
Poho
Hilap
Lali
Potong, popotongan
Patilasan
Patilasan
Puasa
Puasa
Saum
Puguh, tangtu
Tangtos
Tangtos, kantenan
Purun
Purun
Kersa
Rarabi
Rarabi
Garwaan
Raksa, pangraksa
Pangraksa
Panangtayungan
Ramo
Ramo
Rema
Rampes
Mangga
Mangga
Rasa, rumasa
Rumaos
Rumaos
Rea, loba
Seueur
Seueur
Receh
Receh
Artos alit
Reujeung
Bareng
Sareng
Reuneuh
Kakandungan
Bobot, ngandeg
Reureuh
Reureuh
Ngaso
Rieut
Rieut
Puyeng
Ripuh
Ripuh
Repot
Robah
Robah
Robih
Roko, ududeun
Rokok
Sesepeun
Rua, sarua
Sarupi, sami
Sarupi, sami
Rusuh, rurusuhan
Enggal-enggalan
Enggal-enggalan
Saba, nyaba
Nyanyabaan
Angkat-angkatan
Sabot
Keur waktu
Waktos
Sabuk, beubeur
Beubeur
Beulitan
Sadia
Sayagi
Sayagi
Sakeudeung
Sakedap
Sakedap
Salah
Lepat
Lepat
Salahsaurang
Salahsawios
Salahsawios
Salaki
Pun lanceuk
Caroge, tuang raka
Salamet
Salamet
Wilujeng
Salat, solat
Sambeang
Netepan
Salesma
Salesma
Pileg
Salempang, hariwang
Salempang
Salempang, rajeg manah
Salin, disalin
Disalin
Gentos
Samak
Amparan
Amparan
Sampak, nyampak
Nyampak
Nyondong, kasondong
Samping
Sinjang
Sinjang
Sanding, kasanding
Kasanding
Kasumpingan
Sanggeus
Saparantos
Saparantos
Sanggup
Sanggem
Sanggem
Sare
Mondok
Kulem
Sarerea
Sadayana
Sadayana
Sarta, jeungna deui
Sareng
Sareng
Sarua
Sami
Sami
Sasarap
Sasarap, neda
Tuang
Sawah
Sawah
Serang
Sejen
Sejen
Sanes
Seleh, nyelehkeun
Masrahkeun
Nyanggakeun,ngahaturkeun
Selewer, nyelewer
Midua hate
Midua manah
Semah
Tamu
Tamu
Sesa, kari
Kantun
Kantun
Sebut
Sebat
Sebat
Serah, nyerahkeun
Mirak
Mirak, ngeser
Seubeuh
Sesek
Wareg
Seuri
Seuri
Gumujeng
Siar, nyiar
Milari
Milari
Sibanyo
Sibanyo
Wawasuh
Sirah
Sirah
Mastaka
Sirit
Larangan
Larangan
Sisir
Pameres
Pameres
Soara, sora
Sora
Soanten
Sorangan
Sorangan
Nyalira
Sore
Sonten
Sonten
Sugan, manawi
Manawi
Manawi
Suku
Suku
Sampean
Sunat, nyunatan
Ngabersihan
Nyepitan
Sungut
Cangkem
Baham
Supaya
Supados
Supados
Surat
Serat
Serat, tetesan
Suweng
Suweng
Kurabu, gwang
Tabeat
Adat
Panganggo
Tadina
Awitna, kawitna
Kawitna
Tai
Kokotor
Kokotor
Taksir, ngira
Nginten-nginten
Nginten-nginten
Taktak
Taktak
Taraju
Talatah
Wiat saur
Wiat saur
Tambah
Tambih
Wuwuh
Tampa
Tampi
Tampi
Tanda, ciri
Tawis
Tawis
Tangen, katangen
Kanyahoan
Kauninga
Tangtung, nangtung
Nangtung
Ngadeg
Tanya
Taros
Pariksa
Tapi
Nanging
Nanging
Tarang
Tarang
Taar
Tarima
Tampi
Tampi
Tawar, nawar
Nawis
Mundut
Tayoh-tayohna
Rupina
Rupina
Teang, neangan
Milari
Milari
Tenjo, nenjo, nempo
Ningal
Ningali
Tepi
Dugi
Dugi
Tere
Tere
Kawalon
Tereh
Enggal
Enggal
Teleg, teureuy
Teleg
Telen
Tembang, nembang
Nembang
Mamaos
Tepi, nepi
Dugi
Dugi
Tepung
Tepang
Tepang
Terus
Teras
Teras
Teundeun
Simpen
Simpen
Tincak
Tincak
Dampal
Titah, nitah, jurung
Ngajurungan
Miwarangan
Tonggong
Tonggong
Pungkur
Topi, dudukuy
Topi, dudukuy
Tudung, langgukan
Tulis
Tulis
Serat
Tulung, pitulun
Pitulung
Pitandang
Tulus
Cios
Cios
Tuluy
Teras, lajeng
Teras, lajeng
Tumpak
Tumpak
Tunggang
Tunggu
Antos
Antos
Turun
Turun
Lungsur
Ucap
Ucap
Kedal, lisan
Ulah
Teu kenging
Teu kenging
Ulin
Ulin
Ameng
Umur
Umur
Yuswa
Urus, nguruskeun
Ngalereskeun
Ngalereskeun
Urut
Tilas
Tilas
Utama
Utami
Utami
Waktu
Waktos
Waktos
Wani
Wantun
Wantun
Waras
Cageur
Damang
Wareh, sawareh
Sapalih
Sapalih
Warga, dulur
Wargi
Wargi
Watara, sawatara
Sawatawis
Sawatawis
Wawuh
Wanoh, kenal
Kenal
Wedak
Pupur
Pupur
Wedal
Wedal
Weton
Wilang, kawilang
Kaetang
Kaetang
Wudu
Wulu, wudu
Abdas

sumber: https://www.bandungtimur.net/2017/09/seri-pelajaran-basa-sunda-bagian-10-undak-usuk-basa-sunda-loma-lemes.html